gue sih ga peduli ya, sekali lagi gak peduli
terserah sih kalian mau ngomong apa, karena kan yang punya mulut itu kalian bukan saya.
itu semua terserah diri kalian.
tapi ingat ya, saya bukannya tidak berani mengadu domba hidup kalian, itu sangat mudah saya lakukan jika saya mau, namun saya masih punya TUHAN, yang saya yakin Tuhanlah yang akan membalas kalian.
Tolong diingat wahai saudara yang saya hormati, saya tekankan kembali kepada kalian semua. saya hanya ingin menjaga kedamaian disini. saya mampu dan sangat mampu membuat kalian berada di titik terendah dan saya yakin kalian akan sujud dihadapan saya.
sungguh saya sangat dendam, tapi saya tidak berhak memiliki rasa dendam itu, karena saya ini masih sangat beragama, tololng digarisbawahi, saya masih beragama. tidak seperti kalian yang hidupnya nggak jelas terlunta-lunta dan cuma ingin cara instant seperti itu. mohon maaf saya kasar, karena orang yang punya otak adalah orang yang bisa berfikir untuk memecahkan sebuah masalah dengan pintar. bukan dengan cemoohan yang kalian lakukan, paham.
disuatu moment itu memang saya diam disaat kalian seenaknya berbicara seprti itu, saya cuma tersenyum, dan mungkin saya agak marah, tapi dibalik itu semua, DEMI ALLAH saya teringat akan Tuhan saya, dia yang akan membalasa LEBIH PEDIH daripada yang saya rasakan saat ini, ini yang membuat saya lebih nyaman daripada saya harus menggunakan suara saya untuk mencela anda.
jadi kesimpulannya, ingatlah hai remaja yang merasa dirinya SEMPURNA, dan dimata saya adalah SAMPAH, jangan terlalu menganggap bahwa diri kalian adalah bentuk kesempurnaan yang sangat patut dipamerkan didepan muka saya. karena menurut saya kalian itu cuma patung pembual penuh kemurkaan yang tidak sepatutnya disini, kalian lebih pantes di emperan jalan sana yang hidupnya penuh gejolak. karena percuma, tempat ini terlalu tinggi untuk kalian, otak kalian sungguh sangat susah menerima tempat ini, jadi menurut saya janganlah terlalu SOK, ANGKUH, dan BERBESAR HATI, karena kalian akan menangis ketika kalian ingat apa yang anda lakukan terhadap saya. paham?
No comments:
Post a Comment