Sunday, September 27, 2009

Cita-cita terpendam vs Kemampuan

Kali ini ijinkan saya untuk menulis blog dalam Bahasa Indonesia (ehem..ehem..)

Seperti yang kalian tau, setiap orang pasti punya cita-cita dan tujuan dalam hidupnya. Punya keinginan yang ingin sekali dicapai dalam hidup.

Seperti juga saya,

Saya punya banyak keinginan, dari yang susah dicapai, sampai yang gampang dicapai.

Dan salah satu cita-cita saya adalah menjadi siswa pertukaran pelajar.

Seperti yang saya tulis sebelumnya, saya ingin sekali menjadi siswa pertukaran pelajar, saya telah mengikuti salah satu seleksi, dan hasilnya 'gagal'

Saya terdiam sejenak dan berpikir, mungkinkah saya pantas untuk menjadi siswa pertukaran pelajar? Apa bekal saya kesana? Apakah saya siap?

Sejujurnya tidak begitu siap saya kesana.

Namun mengapa saya memaksa untuk menjadi siswa pertukaran pelajar? Yap, itulah cita-cita.

Saya pernah berandai-andai untuk tinggal negara orang dengan bahasa dan culture yang berbeda. Hidup bersama keluarga orang.

Ya, itulah cita cita saya.

Namun, dilihat dari segi bahasa saja, saya sepertinya tak layak untuk menjadi siswa pertukaran pelajar. Saya sadar bahwa bahasa Inggris saya tidak pasif, dan saya akui itu. Saya juga telah mengikuti les bahasa Inggris dan mencoba untuk menjadikan bahasa Inggris seperti bahasa sehari-hari saya.

Tapi saya tetap ragu dengan bahasa Inggris saya.

Itulah mengapa hati saya begitu berat untuk mengubur dalam-dalam impian saya untuk menjadi siswa pertukaran. Saya ragu sekali.

Apalagi saya sudah mendaftarkan diri di suatu lembaga pertukaran, dan oktober nanti saya akan tes.

Bagaimana menurut anda? Apakah saya harus mengubur dalam-dalam impian saya? Atau saya harus mengejarnya?

Sent from my BlackBerry® smartphone from XL provider

No comments:

Post a Comment